Sunday, September 25, 2016

Koma — Rachmania Arunita


Judul Buku: Koma

Penulis: Rachmania Arunita

Penerbit: Bentang Pustaka

Tahun Terbit: 2014


Blurb:

Siapa aku ini? Pertanyaan itu terus berdentam-dentam dalam benakku. Nyatanya, aku hanya sebuah jiwa yang terombang-ambing di antara kehidupan dan kematian.

Entah kapan aku akan terbiasa dengan kondisi diriku ini. Aku tidak tahu mana yang lebih parah, hidupku sebelumnya ataukah yang sekarang. Semua terasa absurd semenjak aku tidak bisa menjangkau dunia.

Perjalanan panjang yang kulalui bersama jiwa Leo membuatku menemukan kedewasaan hidup. Dan kerinduan mendalam yang kurasakan pada Raka membuatku ingin segera bangun dari tidur panjangku. Hingga perlahan, tanpa kusadari aku mencintai keduanya.



Buku ini menceritakan tentang Jani yang mengalami koma karena kecelakaan mobil. Hubungan Jani sama keluarganya nggak terlalu baik, tapi untungnya dia punya babu pacar namanya Raka. Raka ini selalu ngertiin Jani, dan lainnya, tapi hubungan mereka ditentang sama keluarganya si Jani. Apalagi, pas mereka tahu kalau Jani kecelakaan waktu disetirin sama si Raka, orangtua Jani makin asdfghjkl marah dan nggak suka sama Raka.

makanya cari pasangan yang direstui orangtua ya guys
Nah, terus, waktu Jani koma, Jani ketemu banyak arwah lain yang juga lagi koma gitu. Ada yang namanya Leo, dan dia sifatnya beda 180 derajat sama Raka. Leo ini cowok abis, dan Jani jadi baik sama keluarganya karena si Leo ini. Istilahnya, Jani itu taubatan nasuha gara-gara diceramahin Leo.

Aku beli buku ini udah agak lama, gara-gara rekomendasi temen-temen yang bilang kalau bukunya bagus, greget abis, dan bikin sesek. Padahal kalau bikin gangguan pernapasan gitu harusnya nggak usah dibaca, ya? Akhirnya aku beli bukunya pas kebetulan liat di toko buku.

Respon pertama waktu liat bukunya adalah

omaigat covernya bikin meleleh
Serius, menurutku cover-nya keren banget. Warnanya bener-bener eye catching dan menyehatkan mata. Pokoknya nggak bikin kita males buat nenteng-nenteng bukunya kalo lagi jalan-jalan, karena emang lucu parah. Kalian nggak bisa mendustai ke-lucu-an warna pastel.

Nggak kayak biasanya, aku nggak liat sinopsisnya dulu sebelum beli. Kenapa? Soalnya spongebob warna kuning aku percaya sama selera buku temen-temenku. Apa yang mereka suka, kemungkinan besar aku juga suka. Belum pernah nemu sih, buku yang mereka suka tapi aku nggak suka. Kalau sebaliknya sih, sering. Soalnya selera bukuku suka agak-agak membingungkan HEHE

Kembali ke topik.

Aku suka bukunya. Konfliknya bagus, dan banyak mengajarkan tentang kehidupan. Teori-teori dari Leo itu beneran masuk di akal, dan bisa diterima siapa aja. Nggak cuma ngajarin tentang cinta-cintaan, tapi topik utama buku ini menurutku adalah pentingnya mensyukuri segala sesuatu. Pokoknya, ada adegan romantis, adegan kekeluargaan, adegan antara tokoh dan Tuhan, dan masih banyak lagi!

Aku nggak nyesel udah baca ini, sumpah. Walaupun ending-nya emang bikin jantung ibaratnya bola yang melambung tinggi, terus dihempas cepat ke bumi - bikin nyesek abis! Nggak cuma nyesek, tapi juga gantung. Temen-temenku berharap ada sekuel, dan aku juga berharap begitu, karena

aku tuh gak bisa diginiin huhu
Selain itu, buku ini banyaaak banget percakapan dan narasi yang panjang-panjang. Untungnya aku udah terbiasa baca buku pelajaran, jadi nggak terlalu gumoh HEHE

Yang jelas, aku agak sedikit lumayan kecewa karena kisah cinta Leo berujung pahit padahal aku Jani-Leo shipper hmm

Aku juga liat beberapa review lain, dan emang komennya rata-rata begitu semua. Malangnya nasib Leo. Harusnya aku aja yang jadi pacarnya Leo HEHE

Soal typo, tanda baca, dan lainnya sebenernya nggak terlalu masalah, karena;

a. itu bisa jadi kesalahan editor,

b. yang penting bisa dibaca,

c. kita masih bisa ngerti.


Terakhir, aku kasih tiga dari lima bintang buat novel ini!

Bye!

0 comments:

Post a Comment